Progres Jembatan Perintis Abah Lueng Capai 25 Persen, Pekerjaan Cuaca Hujan Jadi Tantangan
PIDIE JAYA – Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, yang berada di wilayah teritorial Koramil 11/Bandar Baru Kodim 0102/Pidie, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Jumat (30/10/2026), progres pengerjaan jembatan tersebut telah mencapai 25 persen.
Meski dihadapkan dengan tantangan cuaca yang kurang bersahabat, semangat personel TNI bersama tim teknisi dan masyarakat setempat tidak surut. Mereka terus bahu-membahu melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan demi memastikan pembangunan jembatan berjalan sesuai rencana.
Pengawas lapangan, Kapten Czi Putut Arianto, menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan konstruksi saat ini tengah berlangsung. Tahapan tersebut meliputi perakitan besi cakar ayam, pemasangan angker, pengelasan besi, serta pemasangan papan mal pada titik A dan titik B.
“Sejauh ini pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Saat ini kami sedang melaksanakan perakitan besi cakar ayam, pemasangan angker, pengelasan besi, serta pemasangan papan mal pada titik A dan B. Secara keseluruhan, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 25 persen,” jelas Kapten Czi Putut Arianto.
Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan melibatkan tim teknisi, personel Koramil 11/Bandar Baru, serta masyarakat setempat. Tidak hanya mengerjakan konstruksi, personel TNI dan warga juga bergotong royong melakukan pelangsiran material guna mendukung kelancaran pekerjaan.
Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Namun, di balik perkembangan pekerjaan tersebut, kondisi cuaca masih menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang kerap turun, terutama pada sore hari, terkadang memaksa aktivitas pembangunan dihentikan sementara karena kondisi lapangan tidak memungkinkan.
“Cuaca yang kurang bersahabat, terutama hujan pada sore hari, menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pekerjaan. Apabila kondisi tidak memungkinkan, pekerjaan terpaksa kami hentikan sementara demi menjaga keselamatan seluruh personel dan pekerja. Faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim di lapangan untuk terus melanjutkan pembangunan. Setiap tahapan pekerjaan diupayakan berjalan secara optimal dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.
Pembangunan Jembatan Perintis ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat Desa Abah Lueng dan wilayah sekitarnya. Kehadiran jembatan nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas perekonomian, serta mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Melalui sinergi TNI, tim teknisi, dan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pidie Jaya







