12 Maret 2026 Oleh UserUtama 0

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin hadir dalam Acara forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pangkalpinang Tahun 2027

Siletnews|Pangkalpinang ~~~ Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pangkalpinang Tahun 2027 kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bapperida pada Kamis 12/3/2026.

Ini menjadi momen krusial untuk menyelaraskan program prioritas daerah dengan visi pembangunan nasional.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta seluruh Camat se-Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Prof  Udin  menegaskan bahwa RKPD merupakan instrumen vital bagi kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak warga untuk proaktif memberikan masukan demi memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Saya ingin masyarakat berpartisipasi aktif. Terkadang ada keluhan program tidak jalan atau tidak masuk, padahal memang tidak pernah diusulkan sebelumnya. Silakan sampaikan usulan yang sudah diawali dari tingkat kelurahan dan kecamatan. Jika belum terakomodasi, sampaikan langsung ke Bapperida,” ujar Prof Udin.

Ia juga menginstruksikan Bapperida untuk tetap membuka akses seluas-luasnya bagi aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

Selaras dengan Program Nasional

Lebih lanjut, Walikota menjelaskan bahwa perencanaan daerah tahun 2027 tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat yang merupakan pengejawantahan visi-misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Beberapa poin strategis yang tertuang dalam RPJMN untuk wilayah Pangkalpinang meliputi pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam, pembangunan koridor kawasan industri, hingga optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Semua itu bagian dari apa yang tertulis di RPJMN khusus untuk Pangkalpinang, yang kemudian diteruskan dalam RPJMD Provinsi hingga Kota. Kita butuh program dan kegiatan yang mendukung percepatan tersebut,” tambahnya.

Fokus Ekonomi Lokal dan Teknologi

Selain infrastruktur besar, Pemkot Pangkalpinang tetap memprioritaskan pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis potensi lokal, seperti sentra olahan nanas dan pengolahan ikan di Ketapang. Saparudin berharap manajemen industri ini diperkuat, mulai dari perencanaan hingga pemasaran.

Di sisi lain, ia juga menyinggung digitalisasi pelayanan melalui konsep Smart City. “Salah satu fokus kami adalah pengembangan Pangkalpinang berbasis teknologi, seperti pembangunan infrastruktur data center dan aplikasi super apps untuk menunjang kenyamanan publik,” jelasnya.

Capaian Makro dan Indeks Pembangunan Manusia

Menutup arahannya, Wali Kota memaparkan capaian positif makro ekonomi tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang melonjak ke angka 4,54 persen, naik signifikan dibanding tahun 2024 yang sempat terkontraksi di angka minus 2,30 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pangkalpinang juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih skor 81,64 pada tahun 2025, tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Capaian ini selaras dengan peningkatan usia harapan hidup masyarakat yang kini mencapai 75,64 tahun.

Saparudin menekankan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari program kesehatan gratis yang cukup menggunakan KTP. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena Pangkalpinang kini masuk dalam jajaran lima besar nasional untuk persentase pemeriksaan kesehatan gratis.

“IPM tinggi adalah bukti kualitas hidup masyarakat kita semakin baik. Ini juga menjadi indikator penting dalam penentuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat,” pungkasnya(Ed)