Mutiara Timur Jadi Tuan Rumah MTQ XXXVIII Pidie, 35 Rumah Warga Disiapkan, Persiapan Capai 90 Persen
SIGLI – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVIII Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Hanya tiga hari menjelang pembukaan, Kecamatan Mutiara Timur yang dipercaya sebagai tuan rumah kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh persiapan benar-benar matang.
Mulai dari pemondokan kafilah, pembangunan mimbar utama, penataan lokasi perlombaan, rekayasa lalu lintas, pengamanan hingga kebersihan lingkungan, seluruh aspek terus dikebut.
Namun, persiapan MTQ tidak cukup hanya terlihat megah dari panggung dan meriahnya seremoni pembukaan. Kesuksesan sesungguhnya harus diukur dari kesiapan pelayanan, ketertiban pelaksanaan, profesionalitas panitia, serta kenyamanan seluruh peserta dan masyarakat.
Di bawah arahan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah dan Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar, Pemerintah Kabupaten Pidie bersama panitia terus menggenjot persiapan agar perhelatan keagamaan terbesar tingkat kabupaten tersebut berjalan lancar.
MTQ XXXVIII dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 13 November 2026, dengan mengusung tema “Al-Qur’an Meusyuhu di Tanah Pedir Mulia, Bersama Al-Qur’an Istiqamah dengan One Day One Ayat”.
Tema tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian kata-kata indah dalam spanduk dan seremoni, melainkan benar-benar menjadi gerakan membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
35 RUMAH WARGA DISIAPKAN, 23 KAFILAH AKAN DIJAMU DI MUTIARA TIMUR
Koordinator Lapangan (Korlap) MTQ XXXVIII Pidie, drh. H. Fazli, M.Si., yang juga menjabat Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie, memastikan pemondokan seluruh kafilah telah difinalisasi.
Sebanyak 35 rumah masyarakat di Kecamatan Mutiara Timur disiapkan sebagai tempat penginapan kafilah dari 23 kecamatan.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk pelibatan langsung masyarakat dalam menyukseskan MTQ. Selain memberikan kenyamanan kepada peserta, kebijakan ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian warga setempat.
“Pemondokan sudah final dan siap ditempati oleh 23 kecamatan. Kita ingin para kafilah merasa seperti di rumah sendiri. Tuan rumahnya adalah masyarakat Mutiara Timur,” ujar Fazli, Rabu (4/11/2026).
Sebanyak 770 peserta dipastikan mengikuti perlombaan, didampingi 138 ofisial. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang, yakni Tilawah, Qira’ah Sab’ah, Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an, Tafsir, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan Tahfiz Al-Qur’an.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar, panitia dituntut memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia, termasuk kebersihan pemondokan, air bersih, sanitasi, konsumsi dan pelayanan kesehatan.
EMPAT MIMBAR DIPERSIAPKAN, PROGRES DIKLAIM CAPAI 90 PERSEN
Dari sisi arena perlombaan, panitia menyiapkan empat mimbar yang tersebar di sejumlah titik strategis Kecamatan Mutiara Timur.
Masing-masing lokasi memiliki fungsi berbeda, yaitu:
Mimbar Utama Lapangan Mutiara: Pusat pembukaan, penutupan dan perlombaan cabang Tilawah.
Mimbar I Masjid Al Huda Blang Malu: Arena Qira’ah Sab’ah dan Tahfiz Al-Qur’an.
Mimbar II SMA Mutiara: Arena Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an.
Mimbar III SD Mutiara: Arena Khattil Qur’an, Tafsir dan KTIQ.
Fazli menyampaikan bahwa perkembangan persiapan mengalami peningkatan signifikan. Jika pada 30 Oktober lalu kesiapan masih berada di kisaran 60 persen, kini progresnya diklaim telah mencapai lebih dari 90 persen.
Panitia juga menjadwalkan uji coba sejumlah fasilitas pada Rabu sore.
“Kita optimistis seluruh kebutuhan kegiatan rampung sebelum pembukaan pada Sabtu, 7 November 2026. Yang paling penting, selain panggung dan pemondokan, pengamanan dan lalu lintas juga harus siap, supaya MTQ berjalan khidmat, tertib dan aman,” tegas Fazli.
Meski demikian, sisa pekerjaan harus benar-benar dituntaskan. Jangan sampai persiapan yang terlihat hampir selesai justru menyisakan persoalan ketika ribuan orang mulai memadati lokasi kegiatan.
TEKNIS PERLOMBAAN DIMATANGKAN, DEWAN HAKIM DITUNTUT PROFESIONAL
Tidak hanya persiapan fisik, aspek teknis perlombaan juga menjadi perhatian panitia.
Rapat koordinasi teknis telah dilaksanakan bersama Ketua LPTQ, ofisial dan perwakilan kecamatan di Oproom Setdakab Pidie.
Pembahasan meliputi tata tertib perlombaan, atribut peserta, mekanisme penilaian serta berbagai ketentuan teknis yang harus dipahami seluruh kafilah.
Hal ini penting agar tidak muncul persoalan administratif maupun perbedaan pemahaman selama perlombaan berlangsung.
Sebab, MTQ bukan sekadar ajang berkumpul dan berkompetisi. Di dalamnya terdapat amanah besar untuk menjaga objektivitas, transparansi dan keadilan penilaian.
Dewan hakim harus menjalankan tugas secara profesional, independen dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Prestasi peserta harus ditentukan oleh kemampuan, bukan faktor lain di luar kualitas perlombaan.
PENGAMANAN DAN LALU LINTAS JADI PERHATIAN SERIUS
Pawai Ta’aruf dan malam pembukaan pada Sabtu, 7 November 2026, diperkirakan menjadi dua agenda yang menyedot perhatian masyarakat.
Untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, tim gabungan telah melakukan survei dan monitoring kesiapan lokasi pada Selasa (3/11/2026).
Tim tersebut melibatkan Polres Pidie, Kodim 0102/Pidie, Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Pidie, Camat Mutiara Timur, Polsek serta Koramil Mutiara Timur.
Peninjauan dilakukan di Mimbar Utama Lapangan Mutiara dan Mimbar I Masjid Al Huda Blang Malu.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari rekayasa lalu lintas, lokasi parkir, posko pengamanan hingga penempatan personel.
Kesiapan tersebut tidak boleh dianggap sebagai formalitas. Pengamanan harus benar-benar berjalan efektif agar masyarakat dapat menyaksikan kegiatan dengan nyaman tanpa terganggu kemacetan maupun persoalan ketertiban.
SEKDA PANTAU PEMBERSIHAN KOTA MINI, KEBERSIHAN JANGAN HANYA MENJELANG MTQ
Sementara itu, pada Rabu (4/11/2026), kegiatan gotong royong membersihkan kawasan Kota Mini Mutiara Timur terus dilakukan.
Pembersihan lokasi bekas kios melibatkan Dinas PUPR, Dinas Syariat Islam dan pihak kecamatan.
Kegiatan tersebut dipantau langsung Sekretaris Daerah Pidie, Drs. Samsul Azhar, M.AP.
Kehadiran Sekda menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesiapan tuan rumah dalam menyambut peserta dan tamu dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pidie.
Namun, kebersihan lingkungan semestinya tidak hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan besar. MTQ hendaknya menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan secara berkelanjutan.
Mutiara Timur harus mampu memberikan kesan baik, bukan hanya melalui kemeriahan acara, tetapi juga melalui keramahan masyarakat dan kondisi lingkungan yang tertata.
JANGAN HANYA SUKSES SEREMONI, MASYARAKAT HARUS MERASAKAN MANFAATNYA
MTQ XXXVIII Pidie 2026 memiliki makna lebih luas daripada sekadar memperebutkan gelar juara umum.
Kegiatan ini merupakan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mendorong lahirnya generasi Qurani yang berilmu dan berakhlak mulia.
Di sisi lain, pelaksanaan MTQ juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Pelibatan pemilik rumah sebagai pemondokan, penyediaan konsumsi, kesempatan bagi pelaku UMKM serta keberadaan pasar malam menjadi peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, keberhasilan MTQ tidak semestinya hanya diukur dari megahnya panggung, banyaknya tamu undangan atau meriahnya malam pembukaan. Ukuran keberhasilan juga terletak pada kepuasan peserta, ketertiban kegiatan, keadilan perlombaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kini, waktu semakin dekat. Tiga hari tersisa sebelum lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Kecamatan Mutiara Timur.
Seluruh pihak diharapkan menjaga kekompakan dan menyelesaikan setiap kekurangan yang masih ada. Jangan sampai semangat menyukseskan acara hanya besar pada persiapan, tetapi melemah ketika pelaksanaan berlangsung.
MTQ XXXVIII Pidie 2026 harus menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukan hanya dilombakan untuk mencari juara, tetapi benar-benar dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.
Al-Qur’an Meusyuhu di Tanah Pedir Mulia. Mutiara Timur bersiap, Pidie menanti lantunan ayat-ayat suci.







