12 Oktober 2026 Oleh PenulisSaja 0

Malam Perdana Meurukon dibuka oleh Kecamatan Gandapura,Samalanga, Peudangan Siblah Krueng dan Juli

Bireuen – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen ke 27 Dewan Kesenian Aceh ( DKA) Menggelar Meureukon.

Kegiatan meruukon di ikuti 17 peserta dari Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan di halaman Pendopo Bireuen Senin – Rabu , 5 oktober – 7 Oktober 2026.

Meurukon kesenian tradisional dan seni tutur religi asal Aceh yang berbentuk tanya jawab mengenai hukum Islam, tauhid, dan tasawuf melalui lantunan syair atau nazam dan upaya nyata , melestarikan budaya Aceh, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Indonesia .

Mereukon mengusung Tema” Bireuen Kota Dantri, Kota Juang Pusaka Bangsa.

Dewan juri terdiri dari Syech Medya Hus (Budayawan/Maestro Aceh Besar), Tgk Khalilullah (Praktisi Budaya Bireuen), dan Syech Mulyadi (Seniman/Maestro Bireuen). Setiap kelompok tampil selama 15 menit, beranggotakan 10–13 orang, didampingi dua pendamping. Aspek penilaian meliputi salam, Khutbah Nadham, Penghayatan.

Meurukon menjadi media pembinaan dan pengajaran ilmu agama Islam bagi kalangan remaja serta masyarakat dan didukung oleh • Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb): Seni Meurukon dari Aceh telah resmi mengantongi sertifikat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Penghargaan ini menegaskan statusnya sebagai aset budaya nasional yang wajib dilindungi dan dilestarikan.

: Pemerintah daerah secara aktif memfasilitasi pelestarian seni ini. Sebagai contoh nyata, Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Dewan Kesenian Aceh (DKA) menyelenggarakan Festival Meurukon pada 5–7 Oktober 2026. Acara ini diikuti oleh 17 grup perwakilan kecamatan guna memperebutkan Piala Anugerah Bupati Bireuen.

Meurukon mendapat tempat khusus di hati masyarakat karena berfungsi sebagai media dakwah kultural. Kesenian ini menampilkan metode tanya-jawab seputar hukum Islam dengan gaya tutur yang khas, sehingga dinilai efektif dalam menyebarkan syiar agama sekaligus mempererat silaturahmi.

Penulis Amanda