Aktivitas tambang apung di aliran sungai ini menimbulkan kerusakan lingkungan juga merusak ekosistem perairan, Sungai Jada Bahrin yang dikenal sebagai habitat buaya ganas Sedimentasi akibat pengerukan timah juga berpotensi mencemari air sungai yang sehari-hari dimanfaatkan warga untuk mencari ikan, kepiting, dan udang.
Keberadaan aktivitas TI apung itu sangat mencolok dan menggangu aktivitas nelayan banyak warga luar dari Jade Barin menjadikan aliran sungai tersebut untuk pemancingan udang.
Apapun alasan nya merusak hutan lindung mangrove ada konsekuensi hukum nya***Tim/Red


