Dr. Iswadi Apresiasi Keberanian Orangtua Siswa Pertanyakan Proses Seleksi Paskibraka Nasional di Sumbar: Kebenaran dan Transparansi Harus Menjadi Prioritas
Jakarta : Akademisi dan pengamat kebijakan publik, Dr. Iswadi, menyampaikan apresiasi atas keberanian orangtua siswa yang mempertanyakan proses seleksi Paskibraka Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, sikap kritis masyarakat terhadap proses seleksi publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga integritas, transparansi, dan keadilan dalam dunia pendidikan maupun pembinaan generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Iswadi menyusul mencuatnya polemik terkait dugaan ketidaktransparanan dalam proses penilaian seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional asal Sumatera Barat. Sejumlah orangtua siswa menyampaikan keberatan setelah adanya perubahan nilai yang dinilai tidak dijelaskan secara terbuka kepada peserta maupun keluarga.
Keberanian orangtua siswa untuk mempertanyakan proses seleksi adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak mereka. Ini bukan semata soal menang atau kalah dalam seleksi, tetapi menyangkut prinsip keadilan dan transparansi yang harus dijaga oleh semua lembaga publik, ujar Dr. Iswadi dalam keterangannya kepada media, Senin (18/5).
Ia menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan hanya ajang seremonial tahunan, melainkan proses pembentukan karakter, disiplin, nasionalisme, dan kepemimpinan generasi muda Indonesia. Karena itu, seluruh tahapan seleksi harus berlangsung secara profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Dr. Iswadi, munculnya pertanyaan dari orangtua siswa harus dipandang sebagai masukan konstruktif, bukan ancaman terhadap lembaga atau panitia seleksi. Dalam negara demokratis, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas dan transparan terkait proses yang menyangkut kepentingan publik.
Kita tidak boleh anti kritik. Justru kritik yang disampaikan secara santun dan berdasarkan fakta harus dijadikan momentum evaluasi agar sistem ke depan semakin baik. Saya percaya, jika prosesnya memang bersih dan profesional, maka semuanya bisa dijelaskan secara terbuka, katanya.
Dr. Iswadi juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam setiap proses seleksi, terutama yang melibatkan pelajar berprestasi. Ketika muncul keraguan dari masyarakat, maka pihak terkait perlu memberikan penjelasan yang komprehensif agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang merugikan semua pihak.
Jangan biarkan anak-anak kehilangan kepercayaan terhadap sistem hanya karena kurangnya komunikasi dan transparansi. Generasi muda harus diajarkan bahwa prestasi diraih melalui kerja keras dan kompetisi yang sehat, tambahnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menggiring polemik ke arah konflik personal maupun politisasi. Menurutnya, persoalan ini harus diselesaikan secara objektif dengan mengedepankan klarifikasi data, evaluasi mekanisme penilaian, dan keterbukaan informasi.
Dr. Iswadi menilai bahwa langkah terbaik saat ini adalah membuka ruang dialog antara panitia seleksi, pihak sekolah, orangtua siswa, serta instansi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman berkepanjangan. Ia percaya bahwa penyelesaian yang baik akan menghasilkan keadilan sekaligus memperkuat kualitas seleksi di masa mendatang.
Kita semua tentu ingin yang terbaik bagi Sumatera Barat dan Indonesia. Karena itu, mari kita jaga suasana tetap kondusif sambil mendorong proses evaluasi yang jujur dan terbuka, ujarnya.
Dalam pernyataannya, Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya perlindungan psikologis terhadap para peserta seleksi. Menurutnya, polemik yang berkembang di ruang publik jangan sampai memberikan tekanan mental berlebihan kepada siswa yang sejatinya telah berjuang dan berlatih dengan sungguh sungguh.
Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus mendapatkan dukungan moral, bukan justru menjadi korban dari polemik yang berkepanjangan. Semua pihak perlu menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap percaya bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya. Jika memang terdapat kekeliruan dalam proses, maka harus diperbaiki secara terbuka dan bertanggung jawab. Sebaliknya, jika proses telah berjalan sesuai aturan, maka penjelasan yang transparan akan mampu memulihkan kepercayaan publik.
Saya yakin kebenaran akan menang. Yang paling penting sekarang adalah keberanian untuk bersikap jujur, terbuka, dan objektif. Jangan sampai ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil tanpa memperoleh penjelasan yang layak,tegas Dr. Iswadi.
Sebagai penutup, Dr. Iswadi berharap polemik ini dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh institusi penyelenggara seleksi publik agar terus meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas. Ia juga berharap pemerintah daerah serta pihak terkait dapat menjadikan kasus ini sebagai momentum pembenahan sistem demi menciptakan proses seleksi yang semakin terpercaya dan berintegritas.
Transparansi bukan ancaman bagi lembaga, melainkan fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat. Ketika proses dilakukan secara jujur dan terbuka, maka hasilnya akan diterima dengan lapang oleh semua pihak, pungkasnya.


