Dr. Iswadi: Pembangunan Manusia dan Keberlanjutan Harus Jadi Prioritas Pemerintah Menjelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo
Jakarta : Menjelang satu tahun usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ,Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) Dr. Iswadi, M.Pd yang juga pengamat sosial dan pendidik menyampaikan pandangan reflektif mengenai capaian serta arah kebijakan pembangunan nasional, terutama dalam aspek pembangunan manusia dan tantangan keberlanjutan.
Dalam keterangannya, Dr. Iswadi menegaskan bahwa pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama dari seluruh program pemerintahan. Menurutnya, pembangunan manusia bukan hanya tentang pendidikan formal atau pelatihan keterampilan teknis, tetapi menyangkut pembentukan karakter, peningkatan kesadaran sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Pembangunan manusia adalah inti dari kemajuan bangsa. Ini bukan semata soal angka angka dalam statistik, tetapi bagaimana bangsa ini membentuk individu yang berkarakter, sadar lingkungan, dan memiliki tanggung jawab sosial, Hal tersebut disampaikan nya kepada wartawan Melalui pesan WhatsApp,, Senin 13 Oktober 2025
Dr. Iswadi menyoroti beberapa program pemerintah dalam setahun terakhir yang patut diapresiasi, seperti penyediaan hunian rakyat, peningkatan layanan kesehatan, serta upaya memperluas akses pendidikan. Menurutnya, langkah langkah ini penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan mendasar pembangunan manusia masih cukup kompleks dan belum bisa diatasi sepenuhnya.
Ia menyebutkan bahwa kualitas pendidikan masih belum merata di berbagai wilayah, infrastruktur pendidikan di daerah tertinggal masih terbatas, dan kualitas tenaga pendidik masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
Di banyak daerah, terutama luar Jawa, masih banyak sekolah yang belum layak dan kekurangan guru berkualitas. Ini adalah tantangan nyata yang harus direspons serius, ujarnya.
Sebagai pendidik, Dr. Iswadi menawarkan pendekatan alternatif yang ia sebut Pendidikan yang Memanggil. Konsep ini merupakan pendekatan pendidikan yang tidak memaksa, tetapi menginspirasi; tidak menggurui, tetapi mengajak. Pendidikan, menurutnya, harus membangkitkan potensi terbaik dari setiap anak bangsa, dengan landasan nilai nilai Pancasila yang dikontekstualisasikan dengan tantangan zaman.
Anak anak kita perlu diberi ruang untuk tumbuh dengan kesadaran, bukan ketakutan. Pendidikan harus membuat mereka merasa terpanggil, bukan tertekan. Di sinilah pentingnya pendekatan yang memanusiakan manusia, lanjutnya.
Terkait pembangunan berkelanjutan, Dr. Iswadi menekankan bahwa pembangunan fisik dan ekonomi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup atau mengabaikan prinsip keadilan antargenerasi. Ia mendorong pemerintah untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologis.
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Tapi kekayaan itu hanya akan menjadi berkah jika dikelola dengan bijak, bukan dieksploitasi habis habisan. Kita perlu visi jangka panjang, bukan keuntungan sesaat, tegasnya.
Ia juga menanggapi isu kontinuitas kebijakan antara pemerintahan saat ini dan sebelumnya. Menurutnya, keberlanjutan program adalah hal penting untuk menjaga stabilitas pembangunan, tetapi harus disertai evaluasi kritis agar tetap relevan dan bermanfaat bagi rakyat.
Menghormati capaian masa lalu itu penting, tetapi evaluasi tetap harus dilakukan. Jangan sampai program diteruskan hanya karena alasan politis, tanpa memperhatikan dampaknya secara nyata bagi masyarakat, tambahnya.
Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam proses pembangunan bangsa. Ia menyatakan bahwa kemajuan bangsa bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat: dunia pendidikan, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan media.
Pembangunan manusia adalah proyek bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua harus turun tangan, bekerja sama, dan saling mendukung, katanya.
Menutup pernyataannya, Dr. Iswadi mengajak semua pihak untuk menatap masa depan dengan semangat gotong royong, keadilan, dan keberlanjutan. Ia menekankan bahwa investasi pada pendidikan, kesehatan, dan lingkungan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya karena tuntutan global, tetapi karena merupakan amanat moral terhadap generasi mendatang.
Ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya dalam laporan tahunan atau angka statistik, tetapi dalam kualitas manusia yang dihasilkan: yang berdaya, berkarakter, dan mampu menjaga bumi pertiwi dengan tanggung jawab pungkasnya.


